Selasa, 13 Desember 2011

Pasar Tradisional Vs Pasar Modern

Sistem perekonomian adalah sarana untuk memproduksi, mendistribusikan mengkonsumsi barang. Apabila membicarakan tentang perekonomian maka tidak dapat terlepas dengan yang namanya pasar baik yang tradisional maupun modern. 
Pasar tradisional lebih menggambarkan denyut nadi perekonomian rakyat kebanyakan. Di sana, masih banyak orang yang menggantungkan hidupnya, dari mulai para pedagang kecil, kuli panggul, pedagang asongan, hingga tukang becak. Berbagai macam wujud mata pencaharian ada di dalam pasar itu. Harus disadari hampir di semua masyarakat, pasar merupakan pusat kegiatan sosial dan ekonomi yang penting. Hal ini juga menolong bagi masyarakat kecil yang memilih pasar tradisional untuk tempat belanja. Jika pasar tradisional tidak ada, maka rakyat akan mengalami kesulitan dalam membeli untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau. Berbeda dengan pasar modern yang memaksa konsumen untuk mematuhi harga yang sudah dipatok.
Pasar tradisional terkenal kumuh, tidak terawat, disana-sini sampah yang menimbulkan bau tidak sedap. Semua penilaian itu semakin hari mengalami pengurangan, Dilain pihak, pemerintah juga melakukan renovasi untuk mempertahankan eksistensi pasar tradisional. Kepekaan pemerintah  terhadap perekonomian rakyat sudah mulai mengalami peningkatan terhadap pasar tradisional khususnya. Hal lain yang mungkin perlu dilakukan adalah mengubah “wajah” pasar tradisional agar lebih nyaman dan teratur. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi ancaman kebangkrutan pada pasar tradisional akibat kepungan pasar modern yang tidak terkendali, dan memberikan wahana persaingan yang sehat antara keduanya.
Persaingan di bidang ekonomi semakin ketat dari tahun per tahun. Munculnya banyak pasar modern di Yogyakarta akan menjadi tantangan baru bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dengan pasar tradisional. Bagi sebagian rakyat yang berada di DIY, keberadaan pasar tradisional dapat menjadi alternatif sumber penghidupan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Pasar tradisional yang sudah ada di Yogyakarta seperti pasar Beringharjo, pasar Sentul dan pasar Kranggan harus tetap diperhatikan oleh pemerintah. Selain untuk mempertahankan salah satu kebudayaan, pasar ini sangat berguna untuk mengurangi jumlah pengangguran di DIY khususnya dan di Indonesia umumnya. Kunci solusi sebenarnya ada di tangan pemerintah.

2 komentar:

good artikel,,,:)
pasar tradisional bisa dikatakan sebagai pelestari kebudayaan. namun di arus modernisasi seperti saat ini banyak konsumen yang justru berpindah atau memilih pasar modern karena bagi mereka lebih bersih dan nyaman. sedangkan di pasar tradisional kotor dan rawan akan copet. bagaimana yang akan terjadi kedepannya apabila pasar modern semakin merebak dan pasar tradisonal tertindas.

thankyou,
ya,kalau pihak pemerintah tidak segera bertindak sudah pasti pasar tradisional tergerus akan keberadaan pasar modern.
setidaknya fasilitas yang di pasar tradisional diperbaiki dan dilengkapi biar pengunjung juga nyaman berada disana. :)

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More