Rabu, 11 Januari 2012

George Simmel: The Philosophy Of Money

Seperti halnya Marx, Simmel juga memusatkan perhatiannya pada kapitalisme dan masalah yang ditimbulkan oleh ekonomi uang. Simmel melihat masalah ekonomi pada zamannya sekedar sebagai manifestasi spesifik dari masalah kebudayaan yang lebih umum, yaitu alienasi kebudayaan objektif dari kebudayaan subjektif. Bagi Marx, masalah-masalah ini tak lain adalah masalah kapitalisme, namun bagi Simmel semua itu adalah bagian dari tragedi universal, meningkatnya ketidakberdayaan individu ketika terjadi pertumbuhan kebudayaan objektif. Dalam bukunya Simmel membahas tentang dampak uang pada dunia batiniah[1].

Uang dan Nilai
Dalam konteks umum nilai inilah Simmel mendiskusikan uang. Dalam ranah ekonomi, uang berperan dalam menciptakan jarak dengan objek dan menawarkan diri jadi sarana untuk mengatasi jarak tersebut. Dengan demikian, uang memilliki fungsi yang unik, menciptakan jarak antara orang dengan objek, kemudian menjadi sarana untuk mengatasi jarak tersebut[2].
Dalam pembahasan mengenai uang dan nilai ini, uang memiliki fungsi yang unik, karena uang kita tidak dapat memiliki objek yang kita inginkan, sehinnga memacu kita untuk berusaha mendapatkan uang agar bisa mendapkan objek yang kita inginkan, dari sinilah uang menjadi bernilai, dan pada saat kita mempunyai banyak uang, kita mampu mengatasi jarak antara diri kita dengan objek itu dengan membelinya.

Efek Negatif dari Uang
Masyarakat tempat uang menjadi tujuan itu sendiri, yang benar-benar menjadi tujuan akhir, melahirkan sejumlah efek negatif pada individu yang dua diantaranya yang paling menarik adalah meningkatnya sinisme dan sikap acuh. Sinisme terjadi ketika aspek tertinggi dan terendah kehidupan sosial diperjualbelikan, direduksi menjadi alat tukar umum - uang. Meningkatnya segala hal menjadi alat tukar umum mengarah pada sikap sinis bahwa segala hal memiliki harga, bahkan apa pun dapat dijual atau dibeli di pasar. Ekonomi uang juga mengakibatkan sikap acuh. Efek negatif lain ekonomi uang adalah makin merebaknya hubungan impersonal antar orang.
Isu terkait adalah dampak ekonomi uang terhadap kebebasan individu. Ekonomi uang mengarah pada perbedaan perbudakan individu. Individu di dunia menjadi teratomisasi dan terisolasi. Dampak lain ekonomi uang adalah reduksi nilai manusia menjadi dolar. Simmel menggambarkan kasus yang terjadi di masyarakat primitif, yaitu diampuninya pembunuhan dengan membayar sejumlah uang atau dipertukarkannya seks dengan uang.
Beberapa di antara pandangan yang paling menarik Simmel terletak pada pemikiran tentang dampak uang pada gaya hidup orang, yaitu tumbuhnya kebudayaan objektif yang mengorbankan kebudayaan individu.[3]
Simmel menulis buku The Philosophy of Money karena Ia melihat masalah ekonomi pada zamannya yang sekedar  manifestasi spesifik dari masalah kebudayaan, yaitu alienasi kebudayaan objektif dari kebudayaan subjektif. kebudayaan objektif merujuk pada hal-hal yang dihasilkan orang seperti seni, ilmu pengetahuan, filsafat, dll. Sedangkan kebudayaan subyektif adalah kapasitas actor untuk menghasilkan menyerap, dan mengendalikan elemen-elemen kebudayaan objektif [4].
            Dalam bukunya Simmel membahas tentang uang dan nilai, dimana uang memiliki fungsi yang unik, menjadikan jarak dengan objek, membuat sesuatu bernialai dan mendekatkan objek itu. Selain mempunyai fungsi unik  uang juga merupakan sesuatu yang mempunyai banyak efek negative yang bisa mempengaruhi perilaku dan mengubah gaya seseorang.




[1] George Ritzer dan Douglas J. Goodman.2004.Teori Sosiologi.Kreasi Wacana:Bantul. Hal :188-189
[2] George Ritzer dan Douglas J. Goodman.2004.Teori Sosiologi.Kreasi Wacana:Bantul. Hal :189
[3] George Ritzer dan Douglas J. Goodman.2004.Teori Sosiologi.Kreasi Wacana:Bantul. Hal :188-192
[4] George Ritzer dan Douglas J. Goodman.2004.Teori Sosiologi.Kreasi Wacana:Bantul. Hal :176

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More